Kemenhub: Revisi Aturan Taksi Online Selesai Bulan Ini

0
73
Sorotdunia.com

Sorotdunia.com –┬áKementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat menggelar uji publik ke dua revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek (PM 26) atau dikenal dengan Permenhub taksi online.

Rangkaian uji publik ini akan dilakukan di beberapa kota untuk memperoleh isi revisi PM 26. Di mana, Mahkamah Agung (MA) telah mencabut 14 pasal dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017.

Direktur Angkutan dan Multi Moda Ditjen Perhubungan Darat Cucu Mulyana mengatakan, apabila dalam uji publik ada stakeholder terkait PM 26 baik penyelenggara transportasi beraplikasi (Grab, Uber, Go-Jek), taksi konvesional (Blue Bird, Express dan lainnya, Organisasi Angkutan Darat (Organda), bisa menyampaikan sarannya.

“Ini kita uji publik ke dua, nanti tanggal 11 Oktober kita uji publik ketiga di Semarang dan 14 Oktober di Surabaya. Kita harapkan minggu ini kita bisa finalkan dan diselesaikan revisi PM 26. Apabila sudah dapat poin untuk 14 pasal yang dicabut maka akan dimasukan ke lembar negara, kemudian kita lakukan sosialisasi selanjutnya di Makasar hingga Bandung,”ujarnya, di Hotel Alila, Jakarta, Senin (9/10/2017).

Di dalam rangkaian kegiatan uji publik hingga sosialisasi, Kemehub berharap ada peran aktif para stakeholder. Jika memang ada masukan untuk menyempurnakan revisi PM 26, dengan senang hati diterima.

Lebih lanjut Cucu menerangkan, setelah melaksanakan uji publik dan merumuskan revisi PM 26 ada beberapa rekomendasi yang sudah selesai dibuat. Pertama, kolaborasi perusahaan aplikasi dan konvesional belum berjalan dengan baik.

Dari hasil analisis dan penelurusan bersama, bahwa ternyata para sopir taksi konvensional kurang tanggap dengan teknologi. Sehingga dalam menggunakan smartphone, para sopir senior ini tidak bisa menggunakannya.

“Kami sampaikan bahwa belum ada sinergi. Sopir taksi senior dan gaptek. Ini tugas konvesional dan aplikasi untuk memberikan pelatihan, sehingga operasional smartphone sangat penti. Bila perlu pelatihan diberikan selama 1 bulan. Kolaborasi itu jadi kesuksesan kita menyelenggarakan angkutan konvesional dan aplikasi. Kemenhub dorong itu,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here