Novanto Dicopot, Posisi Golkar di Pilkada Tak Berubah

0
32
Sorotdunia.com

Sorotdunia.com – Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan dinamika internal DPP Partai Golkar tidak akan mengubah rekomendasinya untuk  Pilkada yang telah dikeluarkan di era Ketua Umum Setya Novanto. Keputusan Golkar untuk Pilkada, menurut Idrus, tidak akan berubah meski nanti mempunyai ketua umum baru.

“Itu keputusan lembaga, bukan perorangan. Maka perubahan pimpinan tidak memengaruhi keputusan calon yang sudah ditentukan sebelumnya,” kata Idrus di kantor DPP Golkar, Jakarta, Selasa, 21 November 2017.

Ia meminta para calon kepala daerah yang telah mendapat rekomendasi dan siap bertarung di Pilkada serentak 2018 tidak perlu cemas. Karena rekomendasi tidak akan berubah.

“Tidak usah ragu lagi teman-teman bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur, bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati. Para calon wali kota dan wakil wali kota. Saya jamin itu tetap,” tegasnya.

 Hal senada disampaikan Ketua DPP Partai Golkar, Zainuddin Amali. Dia mengatakan situasi internal Golkar tidak akan berpengaruh pada Pilkada. Menurutnya, pergantian ketua umum mempunyai mekanisme yang berbeda-beda.

“Pilkada ada timnya tersendiri. Sepanjang sistem itu berjalan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata Amali.

Ketua Komisi II DPR ini mengungkapkan tim yang mengurusi Pilkada mengacu pada berbagai hasil survei di daerah. Dan hal tersebut tidak terpengaruh dengan kondisi internal Golkar.

Ia meminta para calon kepala daerah yang telah mendapat rekomendasi dan siap bertarung di Pilkada serentak 2018 tidak perlu cemas. Karena rekomendasi tidak akan berubah.

“Tidak usah ragu lagi teman-teman bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur, bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati. Para calon wali kota dan wakil wali kota. Saya jamin itu tetap,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPP Partai Golkar, Zainuddin Amali. Dia mengatakan situasi internal Golkar tidak akan berpengaruh pada Pilkada. Menurutnya, pergantian ketua umum mempunyai mekanisme yang berbeda-beda.

“Pilkada ada timnya tersendiri. Sepanjang sistem itu berjalan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata Amali.

Ketua Komisi II DPR ini mengungkapkan tim yang mengurusi Pilkada mengacu pada berbagai hasil survei di daerah. Dan hal tersebut tidak terpengaruh dengan kondisi internal Golkar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here